Free Fire Pointer Blue Cursors at www.totallyfreecursors.com
SAKA BHAYANGKARA POLRES KUTAI KARTANEGARA

Jumat, 05 Juli 2013

KRIDA KETERTIBAN MASYARAKAT ( TIBMAS )


Krida Ketertiban Masyarakat Adalah pola-pola kegiatan dan jenis - jenis kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan masyarakat dalam mengamankan lingkungan kehidupannya masing - masing. 

a.  Pola dan jenis kegiatan yang dilakukan :
     1.   Penyuluhan mengenai kesadaran dan pentingnya kamtibmas.
     2.   Ronda bergilir

b.  Bentuk-bentuk gangguan kamtibmas :
     1.   Tindak pidana
     2.   Bencana alam, wabah penyakit dan lain-lain
     3.   Gangguan-gangguan lain yang menimbulkan kekacauan, kepanikan
          masyarakat dari kehancuran sarana dan prasarana.

c.  Sebab-sebab terjadinya gangguan kamtibmas :
     1.   Akibat perbuatan manusia
     2.   Akibat alamiah

d.  Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan siskamling :
     1.   Ban pamling
     2.   Pentungan
     3.   Kentongan
     4.   Jas hujan
     5.   Jam dinding
     6.   Payung
     7.   Senter

e.  Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kamtibmas :
     1.   Faktor geografis
     2.   Faktor kependudukan
     3.   Faktor kekayaan alam
     4.   Faktor idiologi
     5.   Faktor politik
     6.   Faktor ekonomi
     7.   Faktor sosial budaya
     8.   Faktor agama
     9.   Faktor hankam.

KRIDA-KRIDA SAKA BHAYANGKARA

a.   Pengertian Krida

       Krida adalah satuan terkecil dari Satuan Karya ( SAKA ).  Tiap  Krida  berjumlah  5  -  10 
       anggota yang dipimpin oleh Ketua Krida. Anggota Krida melaksanakan kegiatan sesuai
       dengan nama krida / spasifikasi yang  dipilihnya.  Macam  -  macam  krida  dalam  saka
       bhayangkara telah ditetapkan menurut SK Kwarnas No. 98/196.


b.   Macam - Macam Krida
       
       Krida dibagi 4 macam, yaitu :
    1. Krida Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( KAMTIBMAS )
    2. Krida Lalu Lintas ( LANTAS )
    3. Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana ( PPB )
    4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara ( TPTKP )

c.   Tanda Krida Saka Bhayangkara

       Tanda gambar Krida Satuan Karya Pramuka Bhayangkara telah diatur dalam PP 146.A
       tahun 2006, seperti gambar dibawah ini :

   


   

Sabtu, 29 Juni 2013

ARTI LAMBANG SAKA BHYANGKARA



a.  Bentuk Lambang

     Lambang Saka Bhayangkara berbentuk segilima beraturan dengan panjang masing -
     masing sisi 5 cm.


b.  Isi Lambang Saka Bhayangkara

     1.  Lambang Kepolisian Republik Indonesia
    • Perisai, dengan Ukuran :
      • Sisi atas                      : 3,5 cm
      • Sisi miring atas kiri       : 1 cm
      • Sisi miring atas kanan   : 1 cm
      • Garis tegak tinggi          : 8 cm
      • Garis tengah mendatar   : 8 cm
    • Bintang 3, dengan garis tengah 0,5 cm
    • Obor, dengan Ukuran :
      • Tangkai                          : 1,5 cm
      • Nyala api                        : 1 cm
     2.  Gambar Lambang Gerakan Pramuka
          Cikal kelapa 2 buah dengan ukuran :
    • Garis tengah kelapa                : 1 cm
    • Tinggi Tunas kelapa                : 2 cm
    • Panjang Akar                         : 0,5 cm
     3.  Tulisan dengan huruf besar yang berbunyi "SAKA BHAYANGKARA" yang berarti
          Pengawal Negara Pancasila.

Jumat, 28 Juni 2013

ARTI SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA



Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas ), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional. Ialah satuan Karya yang membidangi kebhayangkaraan.

Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia. Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada sumber daya atau kondisi alam. Dalam pelantikan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.

Tujuan dibentuknya Saka Bhayangkara adalah untuk mewujudkan kader - kader Bangsa yang ikut serta bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendidikan kebhayangkaraan didalam Gerakan Pramuka.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat - dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. 

Kamis, 27 Juni 2013

SUSUNAN DEWAN KERJA SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA KEPOLISIAN RESOR KUTAI KARTANEGARA MASA BAKTI TAHUN 2013-2015



Lampiran 1          : Surat No. 31 / SKPB – 1702 - 01 / V - 13
                                  Tanggal, 5 Juni 2013



SUSUNAN DEWAN KERJA SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA
KEPOLISIAN RESOR KUTAI KARTANEGARA MASA BAKTI TAHUN 2013-2015


Ketua                                                             :  Yusuf Komarudin

Wakil Ketua 1                                               :  M. Bayu Setiawan

Sekretaris                                                      :  Zuldiwardani

Wakil Sekretaris                                           :  Della Putri Pertiwi

Bendahara                                                    :  Morris S

Wakil Bendahara                                         :  Eka Yuni Hafsari

Senin, 24 Juni 2013

SEJARAH SAKA BHAYANGKARA




Awalnya Saka Bhayangakara berasal dari bahasa sansekerta yang berarti penolong/pelindung. Pada zaman dahulu/kerajaan, Saka Bhayangkara mempunyai arti pelindung / pengawal para raja-raja. Pada zaman kerajaan majapahit, yang dimaksud pelindung/pengawal raja-raja pada zaman itu adalah pasukan penyelinap milik Patih Gajah Mada. Sekarang, Saka Bhayangkara sendiri mempunyai arti pelindung / pengawal penjaga NKRI. Saka Bhayangkara merupakan sekumpulan anak muda yang gagah perkasa dan mampu berkarya untuk bangsa dengan gagah dan tanpa putus asa layaknya seorang prajurit yang berdedikasi kebhayangkaraan yang berlandaskan trisatya dan dasa dharma dengan berkalungkan bendera merah putih.

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara dibentuk pada tahun 1996 dan pada tahun tersebut masih bernama Pramuka KAMTIBMAS ( Keamanan Ketertiban Masyarakat ). Pembentukan tersebut atas instruksi bersama MENTRI / PANGLIMA POLISI DAN KAKWARNAS : NO. POL. : 28/Inst. /MK/1996 dan SK KWARNAS No. 4 /1996 tertanggal : 1 Juli 1996, dengan nama PRAMUKA KAMTIBMAS. Pada waktu itu terdapat sembilan krida, yaitu :
  1. Krida LANTAS ( Lalu Lintas )
  2. Krida PMK ( Pemadam Kebakaran )
  3. Krida SAR ( Searce And Rescue )
  4. Krida TPTKP ( Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara )
  5. Krida SISKAMLING ( Sistem Keamanan Lingkungan )
  6. Krida PENGAWAL
  7. Krida PELACAK
  8. Krida KOMLEK
  9. Krida PENGAMAT

Pada tahun 1980 dikeluarkan surat keputusan atas kerja sama Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dengan KAKWARNAS yaitu : NO. POL. SKEP / 08 / V / 1980 dan SK KWARNAS No. 050 / 1980 tertanggal : 1 Juli 1980, bernama SATUAN KARYA BHAYANGKARA. Ditahun 1980 pembentukan krida masih mengikuti Sembilan krida, baru pada tahun 1990 dikelurkan surat keputusan dari KAKWARNAS melewati : SK KWARNAS No. 032 / 1990 terdapat tujuh krida, yaitu :
  1. Krida LANTAS ( Lalu Lintas )
  2. Krida PMK ( Pemadam Kebakaran )
  3. Krida SAR ( Searce And Rescue )
  4. Krida TPTKP ( Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara )
  5. Krida SISKAMLING ( Sistem Keamanan Lingkungan )
  6. Krida PENGAWAL
  7. Krida PELACAK